Donderdag, 06 Junie 2013

MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH

                                  
A .RELEVANSI PENDIDIKAN
         Relevansi pendidikan merupakan salah satu masalah pokok pendidikan di Indonesia.oleh karena itu,berbagai program pendidikan ,yang mengacu pada tema relavansi ini ,terus dilakukan sejak pelita awal I(awal pemerintahan soeharto)sampai sekarang ,walaupun sampai saat ini masih banyak permasalahan dan tantangan yang perlu mendapat perhatian.salah satu masalah pendidikan yang berhubungan dengan relavansi adalah perlunya penyesuaian dan peningkatan materi program pendidikan agar secara lentur bergerak cepat sejalan dengan tuntutan dunia kerja serta tuntutan kehidupan masyarakat yang berubah secara terus menerus .sebagai wujud nyata upaya tersebut ,antar lain ,telah dilakukan perubahan kurikulum 1968 menjadi kurikulum 1975/1976 yang beriorentasi pada yang tujuan, kemudian disempurnakan 1984/1994.hal tersebut dimaksud agar tercapai keselarasan anatara kurikulum dengan kebijakan baru dibidang pendidikan.Kurikulum yang berorientasi pada tujuan ini berlaku pada dunia pendidikan dituntut untuk dapat menunjang pembangunan nasional. Karena itu ,dalam hal ini relavansi ditujukan pada keberhasilan sekolah dalam mengelola pendidikan ,dengan bekerja sama dengan  tuntutan dan kebutuhannya.


B .MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH(MBS)
     Dalam kondisi apapun komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan hendaknya tidak berubah .pemerintahan tetap konsisten untuk meningkatkan kuantitas maupun kualitas pendidikan.berbagai program yang dilaksanakan telah memberikan harapan bagi kelangsungan dan terkendalinya kualitas pendidikan Indonesia semakin krisis.akan tetapi pengelolaan yang terlalu kaku dan sentralistik. Peran itu piun tidak banyak memberikan dampak positif,angka partisipasi nasional maupunkuantitas pendidikan tetap menurun.diduga hal tersebut erat kaitannya dengan manajemen.pemikiran ini dalam jalannya disebut(MBS) atau school based manajemen(SBM ),yang telah berhasil mengangkat kondisi dan memecahkan berbagai masalah pendidikan dibeberapa Negara maju ,seperti Australia dan amerika.
  Manajemen berbasis sekolah (MBS)merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai keunggulan masyarakat bangsa dalam penguasaan ilmu dan teknologi ,yang ditujukan dengan pernyataan politik dalam garis garis besar haluan Negara(GBHN),hal tersebut diharapkan dapat dijadikan landasan dalam pengembangan pendidikan d iindonesia yang berkualitas dan berkelanjutan, baik secara makro,meso maupun mikro. Pemberian otonomi pendidikan yang luas pada sekolah merupakan kepedulian pemerintah terhadap gejala gejala yang muncul dimasyarakat serta upaya mutu pendidikan secara umum. Dalam kerangka inilah.MBS tampil sebagai paradigma baru manajemen pendidkan yan ditawarkan . MBS merupakan suatu konsep yang menawarkan otonomi pada sekolah untuk menetukan kebijakan sekolah dalam rangka meningkatkan mutu , efesiansi dan pemerataan pendidikan agar dapat mengakomodasi keinginan masyarakat setempat serta menjalin kerja sama yang erat antara sekolah , masyarakat dan pemerintah.
      BPPN dan bank dunia (1999)member pengertian bahwa MBS atau SBM merupakan bentuk alternative sekolah dalam program disentralisasi di bidang pendidikan, yang ditandai oleh otonomi luas ditingkat sekolah. Otonomi diberikan agar sekolah dapat leluasa mengelola sumber daya dan mengalokasikannya sesuai prioritas kebutuhan serta tanggap kebutuhan masyarakat setempat.ujuan utama adalah meningkatkan ef esiensi ,mutu dan pemerataan pendidikan , peningkatan efisiensi diperoleh melalui keleluasaan mengelola sumber daya yang ada, partisipasi masyarakat dan penyederhanaan birokrasi.peningkatan mutu diperoleh melalaui orang tua, kelenturan pengelolaan sekolah, peningkatan propesionalisme guru.pemerataan pendidikan tampak pada tumbuhnya partisipasi masyarakat terutama yang mampu dan perduli, sementara yangmampu akan menjadi tanggung jawab pemerintah.MBS member peluang bagi kepala sekolah , guru dan peserta didik untuk melekukan inovasi ,dan improvasi disekolahaan berkaitan dengan masalah kurikulum dan , pembelajaran dan manajerial , kegiatan manajemen berbasis sekolah sangat erat kaitannya dengan UUD No.22 dan No.25 tahun 1999.UUD tersebut akan mengubah mekanisme pengambilan kebijakan , jika selama ini dilakukan dari pusat. Desentralisasi pendidikan memberikan kewenangan kepada sekolah dan masyarakat setempat untuk mengelola pendidikan. Ini memungkinkan adanya kerja sama antara staf sekolah ,
KONSEP DASAR MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
   Gaffar(1989) mengemukakan bahwa manajemen pendidikan menajemen pendidikan mengandung arti sebagai suatu proses kerja yang sistematik , sistemik, dan komprehensif dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Manajemen pendidikan juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berkenaan dengan pengelolaan proses pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan , baik tujuan jangka pendek , menengah maupun tujuan jangka panjang.manajemen atau pengelolaan merupakan komponen integral dan tidak dapat dipisahkan dari proses pendidika secara optimal, efektif dan efisien. Dalam kerangka inilah berapa pentingnya manajemen berbasis sekolah ,yang memberikan kewenangan penuh kepada sekolah dan mengatur pendidikan dan pengajaran ,merencanakan mengorganisaengwasi, mengawasi, mempertanggung jawabkan dan mengatur dan serta memimpin sumber sumber daya insanni serta pelaksanaan yang sesuai dengan pemblajaran sekolah.untuk itu perlu dipahami fungsi fungsi manajemen yaitu;perencanaan,pelaksanaan, pengawasan dan pembinaan.peningkatan baik.kualitas pendidikan bukanlah tugas yang ringan karena tidak hanya berkaitan dengan permasalahan teknis , mencaku persoalan yang sangat rumit dan kompleks. Baik yang mencakup pendanaan, perencanaan, efesiensi dan efektifitas penyelanggaran system sekolah.peningkatan kualitas pendidikan pendidikan juga menuntut manajemen berbagai pendidikan yang lebih baik.manajemen pendidikan merupakan alternatif strategis yang meningkatkan kualitas pendidikan . hasil penelitian balitbang dikbud(1991)menunjukkan bahwa manajemen sekolah merupakan salah satu factor yang mempengaruhi factor kualitas pendidkan . manajemen sekolah secara langsungi akan mempengaruhi dan menentukan efektif tidaknya kurikulum, berbagai peralatan belajar , waktu mengajar dan proses pembelajaran , dengan demikian harus dimulai dengan pembenahan manajemen sekolah .
1.      TUJUAN MBS
Manajemen berbasis sekolah (MBS)merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai keunggulan masyarakat dalam bangsa dalam penguasaan ilmu dan teknologi, yang dinyatakan GBHN.
  MBS ,yang ditandai dengan otonomi sekolah dan pelibatan sekolah dan pelibatan bertujuan  untuk meningkatkan efisien ,mutu pemerataan pendidikan .
2.      MANFAAT MBS
               MBS memberikan kebebasan dan kekuasaan yang besar pada sekolah ,disertai
              Seperangkat tanggung jawab.MBS mendorong profesionalisme guru dan kepala sekolah sebagai pendidikan kepala sekolah, mulai penyusunan efektif sekolah dan rasa tanggap kepada sekolah terhadap kebutuhan setingkat dan menjamin layanan pendidikan  peserta didik dapat dimaksimalkan dari partisipasi orang tua, dapat langsung mengawasi belajar anaknya.
3.      FAKTOR FAKTOR YANG PERLU DIPERHATIKAN
a.       Kewajiban sekolah
b.      kebijakan dan prioritas pemerintah
c.       Peranan orang tua dan masyarakat
d.      Peranan profesionalisme dan manajerial
e.       Pengembangan profesi
4.      KARAKTERISTIK MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
                           Karakteristik MBS bisa diketahui antara lain dari bagaimana sekolah mendapat mengoktimalkan kinerja organisasi sekolah, proses belajar mengajar , pengelolaan sumber daya manusia dan pengelolaan BPPN dan bank dunia(1999).
C. MBS SEBAGAI PROSES PEMBERDAYAAN
 Pemberdayaan merupakan istilah merupakan sangat populer dalam era reformasi.dalam MBS pemberdayaan dimaksudkan untuk memperbaiki kinerja sekolah agar dapat memperbaiki kinerja sekolah agar dapat mencapai tujuan secara optimal ,efektif danefesien.sedikitnya terdapat delapan langkah pemberdayaan , dalam kaitannya dengan MBS , yaitu
1.      Menyusun kelompok guru sebagai penerima awal atas rencana program awal
2.      Mengidentifikasi dan membangun kelompok peserta didik disekolah
3.      Memilin dan melatih guru dan tokoh masyarakat yang terlibat secara langsung dan implementasi manajemen berbadis sekolah.
4.      Membentuk dewan sekolah , yanf terdiri dari unsure sekolah unsure masyarakat dibawah
5.      Menyenggarakanpertemuan para para anggota dewan sekolah
6.      Mendukung aktifitas sekolah yang sedang berlangsung
7.      Mengembangkan hubungan yang harmonis antara sekolah dan masyarakat
8.      Menyelenggarakan lokar karya evaluasi

MANAJEMEN KOMPONEN KOMPONEN SEKOLAH
A.    Manajemen kurikulum dan program pengajaran
         Manajemen kurikulum dan pengajaran merupakan bagian dari MBS .manajemen kurikulum dan pogram pengajaran mencakup kagiatan perencanaa,pelaksanaan,dan penilaian kurikulum.kurikulum  muatan local pada hakikatnya merupakan suatu perwujudan pasal 38 ayat I UUD system pendidikan nasional (UUSPN)yang berbunyi.”pelaksanaan kegiatan pendidikan dalam satuan pendidikan didasarkan atas kurikulum yang yang berlaku secara nasional dan kurikulum yang disesuaikan dengan keadaan serta kebutuhan lingkungan dan cirri khas satuan pendidikan.
B.manajemen tenaga kependidikan
Keberhasilan MBS sangat ditentukan oleh keberhasilan pimpinannya dalam mengelola tenaga kependidikan yang tersedia di sekolah.sehubungan dengan itu , fungsi personalia yang harus dilaksanakan pimpinan. Adalah menarik, mengembanngkan ,menggaji dan memotivasi personil guna mencapai suatu system.manajemen tenaga kependidikan (guru dan personi)mencakup
1.      Perencanaan pegawai
2.      Pengadaan pegawai
3.      Pembinaan dan pengembangan pegawai
4.      Promosi dan mutasi
5.      Pemberhentian pegawai
6.      Kompensasi dan
7.      Penilaian pegawai
             



C.MANAJEMEN KESISWAAN
  Manajemen kesiswaan atau manajemen kemuridan (peserta didik)merupakan salah satu bidang operasional MBS.manajemenbaiknya,agar dana dana dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan.serta keungan dan pembiayaan pada suatu:
1.      Pemerintah, baik pemerintah pusatdaerah maupun keduanya bersifat umum atau khusus dan diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan.
2.      Orang tua atau peserta didik
3.      Masyarakat mengikat baik tidak mengikat
Komponen utama manajemen keuangan meliputi
1.      Prosedur anggaran
2.      Prosedur akuntasi keuangan
3.      Pembelajaran,pergudanagan, dan prosedur pendistribusian
4.      Prosedur investasi dan
5.      Prosedur pemeriksaan

E. MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA
          Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipegunakan dan proses pendidikan , khususnya proses belajar mengajar , seperti gedung ,ruang kelas, meja, kursi, serta alat alat dan media pengajaran.manajemen sarana dan prasarana pendidikan bertugas mengatur dan menjaga sarana prasarana pendidikan agar dapat memberikan kontribusi secara optimal dan pada jalannya proses pendidikan.
F.MANAJEMEN HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYRAKAT
Hubungan sekolah dengan masyarakat bertujuan antara lain,antara sekolah dan masyarakat harus dibina suatu hubungan yang harmonis.hubungan sekolah dengan masyarakat bertujuan antara lain:
1.      Memajukan kualitas pembelajaran dan pertumbuhan a nak.
2.      Memeperkokoh tujuh serta meningkatkan kualitas hidup dan penghidupan masyarakat
3.      Menggairahkan masyarakat untuk menjalin hubungan dengan sekolah,
Kepala sekolah yang baik merupakan salah satu kunci untuk bisa menciptakan hubungan yang baik antara sekolah dengan masyarakat secara efektif karena harus menaruh perhatian tentang apa yang terjadi pada peserta didik disekolah dan apa yang dipikirkan   orang tua tentang  sekolah.kepala sekolah dituntut untuk senantiasa berusaha membina mewujudkan yang efektif dan efisian.

IMPLEMENTASI  MANAJEMEN BERBASIS
Untuk mengimplementasikan manajemen berbasis sekolah secara efektif dan efisien , kepala skolah perlu memiliki pengetahuan kepemimpinan, perencanaan, dan pandanagan yang luas  tentang sekolah dan pendidikan.wibawa kepala sekolah harus ditingkatkan dengan kepedulian semangat belajar,disiplin kerja,keteladanan dan hubungan manusiawi sebagai modal perwujudan iklim kerja yang kondusif.
A.strategi implementasi MBS
Amplementasi MBS akan berlangsung dengan aktif dan efisien apabila didukung boleh sumber daya  manusia yang professional  ,dana yang cukup agar sekolah mampu menggaji staff sesuai dengan fungsinya.srana dan prasarana yang memedai serta dukumgan masyarakat yang tinggi.
1.      PENGELOMPOKAN SEKOLAH
Dalam rangka pengimplementasikan sekolah perlu dibuat pengelompokan sekolah berdasarkan kemampuan manajemen,dengan memepertimbangkan kondisi lokasi dan kualitas sekolah.yaitu baik sedang dan kurang, yang tersebar dilokasi maju dan yang ketinggalan.
2.      PENTAHAPAN IMPLEMENTASI MBS
Sebagian suatu paradigma pendidikan baru , selain perlu memperhatikan kondisi sekolah  implementasi MBS juga memerlikan pentahapan yang yang tepat.penerapan MBS secara menyeluruh sebagai realisasi desentralisasi pendidikan memerlukan merupakan perubahan perubahan mendasar terhadap aspek aspek yang menyangkut keuangan ketenangan kurikulim , sarana dan prasrana seta partisipasi masyarakat.
3.      PERANGKAT IMPLEMENTASI MBS
Keberhasilan implementasi manajemen berbasis sekolah sangat bergantung kepada kemampuan dan kemauan politik pemerintah(political will)sebagai penanggung jawab pendidikan.pelaksanaan MBS tentu saja akan menghadapi berbagai benturan yang tidak dikehendaki karena mengubah kebiasaan masyarakat yang telah sekian lama melekat dan mendarah daging tidaklah mudah.











B.MODEL MBS (MODEL AUSTRALIA)
1. KONSEP PENGEMBANGAN
Manajeman berbasis sekolah atau MBS (school based manajemen) merupakan refleksi pengelolaan desentralisasi pendidikan di Australia., sesuai dengan namanya , MBS menempatkan sekolah sebagai lembaga yang memiliki lembaga kewenangan untuk mencakup kebijakan menyangkut visi,misi dan tujuan sarana sekolah yang membawa implikasi terhadap perkembangan kurikulum sekolah dan program program operatif lainnya.
2. RUANG LINGKUP KEWENANGAN
Aspek kewenangan dalam MBS meliputi:
a.       Menyusun mengembangkan kurikulum dan proses pembelajaran untuk meningkatkan  
b.      Melakukan pengelolaan sekolah ,bentuk pengelolaan sekolah menggambarkan pelaksanaan MBS.
c.       Membuat perencanaan,pembelajarandan pertanggung jawaban
d.      Menjamin dan mengusahakan sumber daya (human and financial)
3 .jenis pengorganissan MBS
A.    Standart fkexilibity option(so)
B.     Enhanced flexibulytioption(eo1)
C.    Enhanced flexibility option (Eo2)
EFEKTIFITAS,EFESIENSI,DAN PRODUKTIVITAS MANAJEMEN BERBASIS
A.efektivitas
  Berdasarkan pengertian diatas,dapat dikemukan , bahwa efektivitas berkaitan dengan terlaksananya semua tugas poko,tercapainya tujuan,kecepatan waktu dan adanya partisipasi aktif dari sekolah.kajian terhadap efektifitas suatu usaha yang panjang dan berkesinambungan seperti pendidikan.kajian tentang efektifitas pendidikan harus dilihat secara sistemik dari sistemik mulai dari masalah input, procces, output,outcome deng indicator yang tidak hanya bersifat kuantitatif , tetapi juga kualitatif.efektivitas MBS dapat dilihat dari kerjanya kepala seakolah.
B.     Efesiensi
Iplementasi MBS disamoing dilihat dari efektifitas , juga perlu dianalisasi dari efisien.oleh karena itu untuk mengetahui tingkat efesiensi sekolah dapat dihitung dari banyak tahun yang dihabiskan pesreta pendidik dalam siklus tertentu untuk menyelesaikan studinya.efesiensi ini akan menurun jik ada peserta didik yang mengulang dan drop out .hal ini dapat dipahami angka mengulang kelasdan drop out akan mengakibadkan rata rata waktu yang dibutuhkan oleh setiap peserta didik untuk lulus semakin lama.analisis efesiaensi semakin demikian disebut efesiensi internal pendidikan.upaya peningkatan efesiensi dapat dilakukan dengan 2 hal yaitu:manajemen pendidikan yang professional dan partisipasi pendidikan yang sangat meluas.
C,Produktivitas
 Thomas (1982)mengemukakan bahwa produktifitas pendidikan dapat ditinjau dari 3 dimensi sbb:
1.      Meninjau produktivitas sekolah dari keluargaadmisistratif
2.      Meninjau prediktivitas dari segi keluaranperubahan perilaku


KEPEMIMPINAN DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
A,Pengertian kepemimpinan
Kepemimpinan dapat diartikan sebagai kegiatan untuk mempengaruhi orang orang yang diarahkan untuk pencapaian tujuan organisasi.
B.gaya kepemimpinan
pengikutnya.gaya kepemimpinan merupakan suatu pola perilaku seorang pemimpin yang khas pada saat mempengaruhi anak buahnya.apa yang diperolej=h oleh pemimpin untuk dikerjakan.
1.      Pendekatan sifat
2.      Pendekatan perilaku
a,study kepemimpinan universitas OHIO
b.studi kepemimpinan universitas Michigan
c.jaringan managemen
d.sistem kepemimpinan likert
       3. pendekatan situasional
           a.teori kepemimpinan kontingensi
hubungan antar pemimpin dan bawahannya
struktur tugas
kekuasaan yang berasal dari organisasi
               b.teori kepemimpinan tiga dimensi
gaya efektif
gaya tidak efektif
               c.teori kepemimpinan situasional
gaya mendikte
gaya menjual
gaya melibatkan diri
gaya mendelegasikan
                 B.KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH YANG EFEKTIF
 Kepala sekolah merupakan motor penggerak ,penentu arah ,kebijakan sekolah yang akan menentukan bagaimana tujuan tujuan sekolah dn pendidikan pada umumnyadirealisasikan.kinerja kepemimpinan kepala sekolah yan kaitannya dalam MBS adalah segala upaya yang dilakukan dan hasil yang dapat dicapai oleh kepala sekolah dalam mengimplementasikan MBS disekolah untuk mewujudnya tujuan secara efektif dan efisien.

              KOORDINASI ,KOMUNIKASI,DAN SUPERVISI DALAM MANAJEMEN     BERBASIS SEKOLAH
A,koordinasi dalam manajemen berbasis sekolah
Penggunaan istilah koordinasi sering dipertukarkan atau dilakukan secara bergantian dengan istilah kerja sama.sementara kerja sama merupakan suatu kegiatan kolektif tujuan untuk mencapai tujuan bersama.denga demikian kerjasama dapat terjadi tanpa koordinasi, sedangkan dalam koordinasi pasti ada upaya untuk melakukan kerja sama.koordinasi akan berlangsung secara efektif apabila dialksanakan secara terus menerus dan berkesinambungan dari tahap awal sampai akhir pekerjaan, mengupayakan hubungan dan pertemuan diantar berbagai pihak yang terkait , serta mengembangkan keterbukaan sehingga jika terdapat perbedaan pandangan dapat didiskusikan dan dipecahkan besama.

1 .manfaat koordinasi
     Manfaat,antara lain,untuk melakukan gerak sentry pental,yait gerakan untuk mengembalikan kegiatan kegiatan yang terpisah pisah ke dalam satuan kegiatan.dengan demikian manfaat kordinasi dalam MBS dapat diindetifikasi sbb:menghilangkan dan menghindarkan persamaan antara lain antar pengawas.kepala sekolah ,guru,kepala,sekolah, personil sekolah, orang tua,maupun masyarakat.
 Manfaat koordinasi antara lain ,untuk meakukan gerak santri pental,yaitu gerakan untuk mengembalikan kegiatan kegiatan yang terpisah pisah ke dalam kesatuan kegiatan induknya.
Dengan demikian ,manfaat koordinasi dalam MBS dapat diintefikasi sbb:
a.       Menghilangkan dan menghindarkan perasaan terpisahkan satu sama lain antara pengawas,kepala sekolah,guru,dan para petugas atau personalia di sekolah
b.      Menghindarkan perasaan atau pendapat bahwa dirinya atau jabatannya merupakan yang paling penting.
c.       Mengurangi dan menghindarkan kemungkinan timbulnya pertentangan antara sekolah antara pejabat dan pelaksanaan.
d.      Menghindarkan rebutan fasilitas
e.       Menghindarkan terjadinya terjadinya peristawa menunggu yang waktu lama
f.       Menghindarkan terjadinya kekembaran terjadinnya sesuatu kegiatan oleh sekolah
g.      Menghindarkan terjadinya kekosongan terjadinya kekosongan pekerjaan sesuatu program oleh sekolah atau kekosongan pekerjaan tugas kepele sekolah
h.      Menumbuhkan kesadaran kepala sekolah untuk saling memberikan bantuan satu sama lain terutama bagi mereka yang berada dalam wilayah yang sama
i.        Menumbuhkan kesadaran kepada kepala sekolah untuk saling memberitahu masalah yang dihadapi bersama dan bekerja sama dalam memecahkannya.
j.        Memberikan jaminan tentang kesatuan langkah diantara kepala sekolah atau para guru.
k.      Mejamin adanya kesatuan langkah dan diantara kepala sekolah
l.        Menjamin kesatuan sikap diantara kepala sekolah
m.    Menjamin kesatuan kebijaksanaan diantara kepala sekolah dalam wilayah tertentu
2.macam macam koordinasi
  Dalam, MBS koordinasi dilakukan untuk memadukan ,menyelaraskan dan menyelersikan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh kepala sekolah maupun para guru disekolah.
3.      Cara melakukan koordinasi
Pada hakikatnya ,koordinasi dapat dilakukan secara formal dan informal.koordinasi formal dapat diwujudkan, dalam upaya upaya impersonal,seperti dalam kehidupan birokrasi,membuat peraturan atau pedoman ,mengangkat pejabat atau panitia bersama dan dokumen resmi lainnya.

B.KOMUNIKASI DALAM  MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
1.komunikasi intern
Dalam pelaksanaan MBS pengembangan komunikasi antara personoil yang sehat yang harus senantiasa dikembangkan ,baik oleh kepala sekolah baik oleh kepala guru dan personil lainnya
A,dasar ,tujuan dan manfaat komunikasi intern
Komunikasi intern sangat dirasakan manfaatnya ,terutama oleh seorang pemula  yang baru memasuki oleh dunia tersendiri,seperti sekolah pemula akan malu malu dan hati hati menginjakkan kakinya pada dunia barunya ,ia akan menelusuri satu demi satu pekerjaannya dengan hati menginjakkan hatinya pada dunia baru.
b. prinsip komunikasi
      kepalah sekolah sebaiknya berlaku dengan perinsip demograsi dan harus menganggap guru-guru itu bukan saja sebagai membantunya, tetapi juga partner (mitra) dalam kelompok. Dalam kepemimpinan kepemimpinan bekerja seperti itu disebut “bekerja diluar dan didalam kelompok sekali gus”.
      Untuk kepentingan tersebut, kepalah sekolah perlu memperhatikan perinsip-perinsip, adapun perinsipnya adalah sbb:
1.      Bersikap terbuka, tidak memaksakan kehendak, tetapi bertindak sebagai fasilatoryang mendorong suasana demogratis dan kekeluargaan.
2.      Mendorong para guru untuk mau dan mampumengemukakan pendapatnya dalam memecahkan masalah, serta harus dapat mendorong aktivitas dan kreativitas guru.
3.      Mengembangkan kebiasaan untuk berdiskusi secara terbuka, dan mendidik guru-guru untuk mau mendengarkan pendapat orang lain secara objektif (hal demikian dapat dilakukan dengan jalan menengahi pembicaraan dan menterjemahkan pembicaraan orang lain untukdapat dipahami).
4.      Mendorong para guru dan pegawai lainnya untuk mengambil keputusan yang paling baik dan mentaati keputusan itu.
5.      Berlaku sebagai pengarak, pengatur pembicaraan, perantara, dan pengambil kesimpulan secara redaksional.









c. memecahkan masalah bersamah disekolah
            Disetiap sekolah selalu terdapat masalah yang perlu mendapat pemecahan secara proposional. Peningkatan pengetahuan dan kemampuan profesional sering harus dilakukan melalui pertemuan yang sifatnya bukan rapat, tetapi lebih mirip suatu ceramah atau diskusi.  Hal ini bialh dipertahankan secara berkesinambungan akan terasa dampak positifnya bagi perkembangan guru dan pegawai lainnya.
2 . komunikasi ekstern

a.       Hubungan sekolah dengan orang tua
Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang secara formal dan potensial memiliki peranan penting dan strategis bagi pembinaan generasi ,khususnya bagi peserta didik dan jenjang dasar.hubungan sekolah dengan orang tua peserta didik dapat dijalin melalaui berbgai cara,misalnya mendatangkan orang tua siswa yang khusus yang kemudian ada ditempat itu.
b.      Hubungan sekolah dengan masyarakat
Sekolah merupaka lembaga social yang tidak dapat dipisahkan,hubungan sekolah dengan masyarakat merupakan komunikasi ekstern yang dilakukan atas dasar kesamaan tanggung jawab .


DANA PENDIDIKAN DALAM KONTEKS MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH


1.      Dana langsung dan tidak langsung
Dana langsung ialah dana yang langsung digunakan untuk operasional sekolah dan langsung dikeluarkan untuk kepentingan pelaksanaan proses belajar mengajar,terdiri atas dana penggunaan dan dana rutin.sedangkan dana tidak langsung ialah:dana berupa keuntungan yang hilang yang dikorbankan oleh peserta didik selama mengikuti belajar mengajar.dana rutin ialah dana yang digunakan untuk membiayai operasional pendidikan selama satu tahun anggaran.dana pembangunan ialah:dana yang dilakukan untuk pembelian tanah bangunan ruang kelas,lapanagan olah raga,perpustakaan dll.
2.      Dana masyarakat dan dana pribadi
Dana masyarakat adalah dana yang dikeluarkan masyarakat untuk pendidikan ,baik yang dikeluarkan secara langsung maupun tidak langsung,berupa uang sekolah,uang buku,dan dana lainnya.dana pribadi ialah dana yang sengaja dikeluarkan untuk uang sekolah atau uang kuliah.



B.MANAJEMEN KEUANGAN SEKOLAH
Keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu aspek penunjang efektivitas dan efesiansi pengelolaan pendidikan.manajemen keuangan meliputi perencanaan financial,evaluasi,pelaksanaan.komponen utama manajemen keuangan dalah meliputi anggaran akuntansi keuangan ,pembelajaran,pergudanagn,pendistribusian,investasi dan pemeriksaan.

C.     Proses penyusunan aggaran
a.       Merencanakan anggaran
b.      Mempersiapkan anggaran
c.       Mengelola pelaksanaan anggaran
d.      Menilai pelaksanaan anggaran


D.    Penyusunan rencana anggaran pengeluaran belanja sekolah
Untuk mengektifkan pembuatan anggaran belanja sekolah ,yang sangat bertanggung jawab sebagai pelaksanaan adalah:kepala sekolah.kepala sekolah harus mengembangkan
sejumlah dimensi perbuatan administrative.


E.     PROSES PENGATURAN
Dalam garis besarnya pengaturan keuangan disekolah meliputi penerimaan ,penggunaan, dan pertanggung jawaban.
A,penerimaan
Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan dalam melaksanakan tugasnya menerima dana dari berbagai sumber.penerimaan dna dari berbagai sumber dapat dikelola dengan baik.
            b.penggunaan
            dana yang diperoleh dari berbagai tempat digunakan kependidikan sekolah.misalnya kegiatan belajar mengajar dengan efektif dan efisien.dana yang berasal dari SPP dan DPP digunakan untuk belajar mengajar , dan sarana prasarana.
            c.penanggungjawaban
dalam implementasi manajemen berbasis sekolah, setiap akhir tahun anggaran sekolah dituntut untuk mempertanggungjawabkan setiap dana yang dikeluarkan selama tahun anggaran.


 


Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking